Our Journey
My Story
Miraculous Rescue by His Angel - Testimony by Sarah Suwarto

Miraculous Rescue by His Angel - Testimony by Sarah Suwarto

The miracles that took place in my life did not make me honour the Lord - instead, they led me to be late for church more and more often, always finding one excuse or another not to go. But the Lord Jesus is never lacking in wisdom, and He knew how to bring me to repentance.

This is the story of my repentance.

I remember that day so clearly - it was a Sunday afternoon. My mother told me to bathe quickly and get ready for church, but I refused, saying I wanted to study. When my father was still alive, all of us children were required to attend church both morning and evening; worship was held twice each day, and this was a rule that could never be broken. My father set this rule because he loved the Lord Jesus with all his heart, and he wanted his children to love Him too. But after my father passed away, my siblings and I began to break that rule. I used studying and keeping our sick household helper company as excuses - but the Lord truly had a special plan for me, one I will never forget.

When my mother and my siblings had left for church, I pretended to study, but it was nothing more than an excuse. A few minutes later, two of my friends came over – they were my neighbours and playmates, though we went to different schools. They said they wanted to study together, but suggested we do it near the river. I refused at first, but they told me the river was down below, while we would study up on the bank, and we could bring along some fruit salad. In the end I agreed - on the condition that no one would swim in the river, and they promised. So off we went, studying by the riverside. The place was beautiful, quiet, and empty, so we could learn in peace.

When we finished studying and eating our snack, my two friends began persuading me to be their judge - they wanted to have a diving contest, to see who would surface first, and the one who came up last would lose. I really did not want to be the judge, but the role meant I only had to hold both of their hands - and so I ended up standing right at the water’s edge. The first and second rounds went well. But after the third round, my friend Lina, who was on my right, was suddenly pulled under by a swirling current. Before I knew it, I too was dragged into the swirling waters. Realizing what was happening, I quickly let go of my left hand so my other friend would not be pulled in too.

Lina and I spun round and round in the water, still holding hands, though we could no longer see each other - all we could see was green water sweeping us along. Eventually, the force of the current tore our hands apart. Then my feet touched something solid below. Since I could not swim, I knew this meant I had sank to the bottom riverbed. I stopped spinning - and in that moment, my mind and heart agreed: I would pray one last time before I died. I asked the Lord Jesus for forgiveness, and made a vow: “Lord Jesus, if You let me live just once more, I promise I will faithfully attend church every Sunday morning and evening. I will be ready without anyone having to remind me.” Even though I was praying underwater and swallowing mouthfuls of water, I said it all.

Praise the Lord, hallelujah! The moment I said “Amen,” a voice came from my right: “Swim to your left!” I looked around, but there was no one there. I cried out, “Lord, I don’t know how to swim! How can I swim?” And suddenly, my hands and feet began moving on their own, just like a frog swimming. I had no idea such a swimming stroke existed! I felt myself rising up, up, up, and then I saw a light above me. Filled with new strength, I kept swimming and calling on His name. I kept repeating, “In the name of Jesus!” until finally my head broke through the surface of the water. There were people standing on the bank watching, and I shouted, “Help! Help!” but strangely, not a single person moved to help me. They stood there as still as statues. Three times I rose to the surface and three times I sank back down, until at last I lost consciousness and sank again, exhausted, having swallowed so much water. When I came to, I thought I had arrived in Paradise, but, praise the Lord, hallelujah! - the Lord Jesus had granted me another chance at life. I felt my feet were cold, opened my eyes, and found myself lying on dry land. How could this have happened? This is the supernatural power of God - something human logic cannot explain, but it is real! I had experienced it myself. It is not a fairy tale; it is absolutely, completely true! I was half on land, half still in the water. I tried to pull myself out, but my body was too weak. Still, I would not give up - I dragged myself forward, just like a fish struggling on dry land, until at last my feet were free of the water. My friend, the one who had not gone into the river, came running toward me, crying. She helped me stand up, and I coughed up blood, for my lungs were filled with river water.

Then I realized Lina was still missing. I prayed, “Lord… if You saved me, please save Lina too - we cannot go home without her.”  Praise the Lord, hallelujah - five minutes later, we saw a hand rise up from the middle of the river, reaching toward a small islet. It was Lina! The Lord Jesus is truly wonderful - He answered my prayer, and Lina was safe. But there was still one problem: who would go out to bring Lina back? So many people were watching us, yet they stood like statues and would not help. But the Lord Jesus is mighty and wonderful! Suddenly, from across the river, a man walked down into the water, reached Lina, and brought her safely to us. We embraced one another, weeping, but when I turned to thank the man who had saved her, he was nowhere to be found. He had vanished! The Lord Jesus had sent His angel to save Lina. How great and mighty is our God, real and powerful. Praise be to the name of the Lord Jesus, now and forevermore! All glory belongs to the Lord Jesus Christ alone!

Penyelamatan Ajaib Oleh MalaikatNya – Kesaksian Sarah Suwarto

Mujizat-mujizat yang terjadi atas hidup saya ternyata tidak membuat saya menghormati Tuhan, tapi semakin membuat saya sering terlambat kegereja dan ada aja alasan ini itu agar saya tidak pergi kegereja, tapi ternyata TUHAN YESUS juga tidak kurang akal untuk membuat saya bertobat. Inilah kisah pertobatan saya.

Saya betul-betul ingat hari itu tepatnya adalah hari minggu sore. Saat Ibu saya menyuruh saya agar cepat mandi dan berangkat kegreja, namun saya menjawab bahwa saya tidak mau kegreja karena saya mau belajar. Di saat ayah saya masih hidup memang diharuskan semua anak-anaknya ke gereja pagi dan sore karena di greja kami ibadahnya dua kali, jadi itu sudah menjadi suatu peraturan yang tidak bisa di langar. Ayah saya menetapkan peraturan itu karena ayah saya mencintai Tuhan Yesus dengan sepenuh hati dia ingin anak-anaknya juga memiliki hati yang cinta TUHAN YESUS. Namun ketika ayah saya meninggal dunia saya dan kakak saya nomer 6 mulai melanggar peraturan itu, saya beralasan mau belajar dan menemani pembantu yang sedang sakit namun TUHAN betul-betul punya rencana khusus dan tak kan pernah terlupakan dalam hidup saya. Ketika ibu saya dan kakak-kakak sudah berangkat ke greja, memang saya belajar tapi itu cuma alasan saja. Beberapa menit kemudian ada dua teman saya datang ke rumah. Mereka adalah tetangga dan teman bermain juga namun sekolah kita berbeda. Mereka datang kerumah memang mengajak saya belajar bersama tapi kok tempatnya belajar di dekat sungai. Saya sempat menolak tapi mereka bilang kalau sungainya ada di bawah sedangkan kita belajarnya di atas sambil bawa rujak buah. Akhirnya saya setuju namun harus ada perjanjian bahwa tidak boleh berenang di sungai dan mereka setuju. Akhirmya berangkatlah kami belajar di tepi sungai - memang bagus pemandangannya sepi tidak ada orang jadi kita bisa belajar dengan tenang. Setelah acara belajar dan makan rujak selesai, kedua teman saya mulai merayu saya agar saya mau menjadi juri karena mereka mau berlomba menyelam - siapa yang muncul dulu dipermukaan dia yang kalah. Sebetulnya saya tidak mau jadi juri mereka karena saya harus memegangi tangan mereka berdua otomatis saya juga harus ikut kesungai karena saya harus memegangi sebelah tangan mereka. Perlombaan pertama kedua semua baik-baik saja namun setelah perlombaan yang ketiga, teman saya Lina yang ada disebelah kanan saya tenggelam terseret arus pusaran air yang ada didalam sungai secara otomatis saya juga ikut terseret masuk ke pusaran air yang berputar-putar di dalam sungai ketika saya merasa terseret arus air sungai saya cepat-cepat melepas pegangan tangan kiri saya agar teman saya pun tidak ikut tenggelam, saya dengan Lina berputar-putar di dalam sungai tangan kita masih bergandengan namun kita tidak bisa melihat satu dengan yang laennya yang terlihat hanya air hijau yang menyeret kami berputar-putar sampai pada akhirnya tangan kami pun terlepas, karena begitu kuatnya putaran air yang menyeret kami, sampai kaki saya merasakan menyentuh sesuatu dibawah, karena saya tidak bisa berenang maka itu suatu tanda bahwa saya sudah sampai di dasar sungai karena saya sudah tidak berputar-putar lagi diatas dan saat itu juga pikiran dan hati saya bersepakat untuk berdoa terakhir kalinya sebelum saya meninggal,saya minta ampun kepada TUHAN YESUS dan saya bernazar kepada TUHAN - jika TUHAN YESUS ijinkan saya hidup sekali lagi saya berjanji akan rajin ke greja minggu pagi dan sore. Saya akan bersiap-siap tanpa harus diingatkan untuk pergi ke greja. Walaupun saya berdoa di dalam sungai dengan menelan banyak air, namun semua saya lakukan. PUJI TUHAN HALELLUJAH setelah saya berkata Amen tiba-tiba ada suara dari sebelah kanan saya "berenanglah ke sebelah kiri". Saya tengok kanan kiri namun tidak ada orang dan saya pun spontan menjawab "TUHAN" saya tidak bisa berenang bagaimana berenangnya, dan tiba-tiba kaki dan tangan saya spontan bergerak seperti seekor katak yang berenang. Saya tidak tau bahwa ada gaya katak di dalam dunia perenangan. Saya melihat tubuh saya mulai melayang naik naik sampai saya lihat diatas ada cahaya, saya semakin bersemangat sambil berenang saya menyeru nama TUHAN, DALAM NAMA TUHAN YESUS. Itu saya ucapkan terus sambil berenang sampai akhirnya kelapa saya muncul dipermukaan air Sungai. Ternyata banyak orang diatas melihat saya dan spontan saya berteriak “tolong! Tolong!” tapi kok aneh tak satu pun yang mau menolong saya mereka hanya berdiri melihat seperti patung. Akhirnya saya tenggelam lagi, hal itu terjadi sampai 3 kali dan akhirnya saya pun pingsan tak sadarkan diri dan tenggelam lagi karena terlalu banyak air sungai yang saya minum dan saya sudah tidak punya kekuatan lagi. Ketika saya siuman saya pikir saya sudah ada di Firdaus PUJI TUHAN HALELLUJAH ternyata saya masih diberi kesempatan hidup oleh TUHAN YESUS. Saat saya siuman, saya merasakan kaki saya dingin, saya pun cepat-cepat membuka mata dan ternyata saya sudah didaratan, bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi, ya inilah KUASA SUPRANATURAL ALLAH KITA TIDAK BISA DITERIMA OLEH LOGIKA MANUSIA TAPI INI NYATA SAYA MENGALAMINYA INI BUKAN CERITA KHAYALAN INI SUNGGUH-SUNGUH NYATA. Ketika saya melihat tubuh saya separuh didaratan dan separuh masih dalam air, saya cepat-cepat berusaha keluar dari dalam air. Namun ternyata saya tak mampu karena tubuh saya terlalu lemah. Namun saya tak menyerah saya berusaha menarik tubuh saya keluar dari air persis seperti ikan yang berusaha bergerak didarat sampai akhirnya kaki saya bisa keluar dari air dan saya melihat teman saya yang selamat datang menghampiri saya sambil menangis. Teman saya membantu saya berdiri kemudian saya pun muntah darah karena terlalu banyak air masuk dalam paru-paru saya.

Ketika saya tau bahwa Lina belum selamat saya berdoa: TUHAN, KALAU TUHAN SELAMATKAN SAYA TOLONG SELAMATKAN JUGA LINA, karena saya dan kun tidak mungkin pulang ke rumah tanpa Lina, PUJI TUHAN HALELLUJAH 5 menit kemudian kami melihat ditengah-tengah sungai ada tangan yang muncul yang berusaha menggapai pulau kecil yang ada ditengah-tangah sungai itu. PUJ TUHAN HALELLUJAH itu teman kami Lina, TUHAN YESUS SUNGGUH AJAIB TUHAN YESUS MENGABULKAN DOA SAYA LINA SUDAH SELAMAT. Tapi kami masih punya satu masalah lagi siapa yang akan menjemput Lina dari tengah-tengah Sungai. Dibelakang kami banyak orang yang melihat kami tenggelam tapi mereka seperti patung tidak mau menolong kami. Tapi sungguh TUHAN YESUS DASYAT DAN AJAIB - dari arah sebrang kami tiba-tiba ada seorang laki-laki turun ke sungai menjemput Lina dan menghantarkannya kepada kami. Kami pun saling berpelukan sambil menangis, tapi ketika saya mencari orang yang menghantar teman kami,saya tidak mendapatkannya orang itu seperti hilang lenyap. TUHAN YESUS MENGIRIMKAN MALAIKATNYA UNTUK MENGHANTAR LINA PADA KAMI. DAHSYAT ALLAH KITA NYATA DAN DASYAT...HALELLUJAH TERPUJILAH NAMA TUHAN YESUS DULU SEKARANG BAHKAN UNTUK SELAMA LAMANYA. SEGALA KEMULIYAAN HANYA BAGI TUHAN YESUS KRISTUS.

logo-90.png
To continue the mission of Jesus Christ

Get In Touch

68 Lorong 16 Geylang, #04-05, Singapore 398889

Follow Us

© 2026 Singapore Charismatic Church | Supported by ONE3
Image